Saturday, May 4, 2013

A Trip to Turkey part 1

A Day Before (10 ‎April ‎2013)


"Besok ke kita berangkat! Ketemu di bandara sebelum jam 10 malem"
Serasa dipukul pake batu raksasa kalo inget besok udah hari H dan gua belum nyiapin apa-apa. Bukannya gak semangat buat pergi ke sana, tapi emang packing itu ..... the most lah the most. Bayangin kerjaan gua sebelum ke Turki cuman tidur-tiduran di kamar, buka laptop, selesai. Walaupun nenek, nyokap, sama tante gua udah pada bawel nanyain terus, mulai koper, ransel, bekal, duit jajan, sampe sabun mandi.


The Day (11 ‎April ‎2013)



"Where is your passport man?"
Setelah bantuan dari embak yang udah gosokin baju, jaket, celana, dan yang lain akhirnya koper gua siap. Setelah itu gua berdebat dengan bokap supaya gua bisa bawa laptop, tapi dia nyuruh buat bawa iPad aja, dan FYI iPad gua udah rusak mungkin selama 2 bulan, tapi gua belum bilang sama orang tua gua. Pada akhirnya, gua berhasil bawa laptop setelah bantuan dari ade-ade gua.
Gua berangkat dari rumah jam 6-7an. Sesampainya di bandara gua langsung cari yang lain, gua baru ketemu sama Mr. Mucait, Leva, sama Kopral, gara-gara mereka jalan bareng sama Mr. Mucait. Pas pertama kali ketemu Mr. Mucait ngerjain gua, dia boonging gua tentang passport, untungnya gua inget kalo gua yang ngasih passport ke dia yang paling awal. Abis itu si Kevin datang, dan yang terakhir si Titan, dia juga dikerjain sama Mr. Mucait.
Sekitar jam 10an, kita berenam sudah masuk untuk mengurus bagasi dan kita menunggu pesawat di dalam.

(Yang ambil fotonya itu kopral, jadinya dia gak ada)

The First (12 ‎April ‎2013)

"Our journey starts here ..."
"Buset, disini dingin banget yak, padahal ada matahari" 
 Well well well, setelah penerbangan 8 jam, akhirnya kita sampai di Doha, Qatar, untuk transit. Si Titan tiba-tiba bilang ke gua kayak gini "Gila gua tidur puas banget yak", gua senyum aja ngeliatnya, soalnya selama 8 jam itu gua cuman tidur paling 1 jam atau 2 jam, gua paling susah buat tidur sambil duduk. Sesampainya d Doha, kita menunggu beberapa saat sampai pesawat yang akan kami gunakan datang. Satu-satunya hal yang kami lakukan disini adalah internetan, memang wi-fi disini cepet banget.

(Gambar diambil di Doha, pas baru sampai)

(Kerjaan kita di Doha)

Setelah pesawatnya datang kami langsung siap-siap untuk masuk pesawat. Penerbangan dari Doha, ke Istanbul memakan waktu sekita 3 jam-an. Sesampainya di Turki, kami semua berlaga seperti orang awam, kami semua langsung berfoto-foto dan saling merekam kegiatan kami. Kami dijemput oleh Bpk. Revik, dia orang Turki tetapi dia sudah lama tinggal di Indonesia. Kami di jemput ke apaterment, tetapi sebelumnya kami diajak makan oleh dia, dan sesampainya kami di apaterment, just do nothing, laying on the bed, and do nothing... oh ya, and checking for wi-fi, we got extremely addiction of internet connection.


(Kayak boy band, kayaknya kopral jaim atau emang dia gak di ajak, makanya dia gak ada)

(Emang gua yang paling narsis, ini diambil dari atas apaterment)

Setelah ke mageran kita ini didobrak oleh Mr. Mucait yang ngajak kita untuk jalan-jalan disekitar wilayah apaterment kita, kita jadi ikutin katanya dia. Kita di ajak pergi ke traditional marketnya orang turki, emang eropa, but there is no different between here and Pasar Minggu, just cleaner than Pasar Minggu. Setelah dari situ, kita cari baklava buat makan di apartement, FYI baklava tuh kue turki bentuknya kayak martabak, tapi ada kacang-kacangan di bawahnya, terus rasanya manis. 

No comments:

Post a Comment